Kamis, 22 Desember 2011

salahkah bila aku mencintaimu?



Aku terus melangkahkan kakiku menelusuri lorong-lorong kampus sambil clingukan mencari dia. Ya dia, aku hanya mencari dia. Dia pria bermata sipit, berkulit putih dan bertubuh tinggi. Hari ini aku mencarinya, karena ada sesuatu yang ingin aku berikan padanya.
“ach dimana sih dia? Di SMS pending ! ditelfun gak bisa  !”
Setelah hampir 15 menit melangkahkan kakiku ini,ternyata dia lagi asyik hostpotan di depan loby rektorat. Langsung deh aku omelin dia. Tapi dia hanya cengar-cengir saja dan bilang “sorry, hanphone aku mati”.
Sambil mengeluarkan sesuatu dari tasku, aku duduk disampingnya. Aku telah berjanji padanya mau membelikan oleh-oleh, waktu aku liburan di Bandung kemarin. Aku beliin dia kaos putih bertuliskan I   Bandung. Sambil senyum aku kasihkan kaos itu. Dia senang banget menerimanya dan mengucapkan terimakasih padaku. Sengaja aku pilihkan warna putih, karena aku tau dia suka sekali dengan warna putih.
   
Aku dan dia sudah saaling kenal hampir sekitar 1 tahun.
Hampir setiap hari kami bertemu, bertegur sapa, dan mengobrol. Dan kami juga saling menjaga komuikasi setiap hari. Dia selalu hadir menghiasi inbox di hanphone aku. Apa yang dia tuliskan lewat SMS selalu membuat dirikku ini senyum-senyum tak jelas.
Tapi… 2 minggu yang lalu, aku mendapat kabar bahwa dia sudah punya kekasih baru. Bagai disambar petir di siang bolong hatiku seketika panas, bahkan gosong ! ingin marah dan serasa tidak mempercayai ini semua !
Malamnyapun aku tidak bisa tidur, walaupun sudah aku paksakan mataku untuk terpejam, tapi kata-kata-kata temanku itu masih terngiang-ngiang ditelingaku. Dan bayangan dia masih berlarian di otakku. Sudah hampir jam 12 malam akupun masih belum bisa tidur. Butiran-butiran bening masih terus saja membanjiri pipiku. Penyakit galau stadium 4 rupanya telah berhasil masuk ketubuhku.
   
Siang hari disebuah Mall yang terletak dia daeraeh Solo, aku jalan-jalan bersama teman-temanku. Baru asyik memilih aksesoris, tiba-tiba tatapan mataku tertuju kearah cowok dan cewek yang lagi asyik jalan berdua. Tiba-tiba glek !! jantungku seperti berhenti berdetak selama beberapa detik. Cowok itu kan????
“San.. San.. cowok itu Bara apa bukan?”Tanyaku pada Susan sahabatku.
“Yang mana?”tanyanya sambil clingukan
“Itu lhoooh yang makai hem kotak-kotak warna biru, yang jalan ma cewek itu lho..!” jawabku menggebu sambil melirik kearah pasangan kekasih yang menurutku sangat sangat dan sangat tidak serasi sama sekali.
“owh itu ya? iya ik itu Bara ! sama cewek ! hahaha ada yang galau nih?” celoteh Vika sahabatku juga
“aaaarrrggghh…bodo’ yukz bayar terus keluar!” ajakku sambil dongkol.
Setelah membayar gelang dan bros, aku dan teman-teman melanjutkan jalan-jalannya. Sampai dilantai 3 tanpa sengaj aku bertemu dengan pasangan tak serasi itu lagi. Masih dengan jarak radius beberapa meter , jantungku derdegup sangat kencang dan perasaan aneh muncul tiba-tiba.
“aduh Vik, aku harus gimana nih?”tanyaku panik.
“sudah kamu bersikap biasa saja”, jawab Vika cuek
Sepertinya dia juga melihatku. Kemudian mereka berdua yang semula jalan bareng jadi pisah. Bara disepan sedangkan ceweknya dibelakang dengan menjaga jarak. Entah kenapa setelah melihat aku mereka jadi jaga jarak.  Padahal sebelumnya mereka tadi jalan berdua dengan mesra.
“apa jangan-jangan dia takut ketahuan sma aku kalau dia sekarang sudah punya cewek?”ach segala macam pertanyaan menghantuiku”.
“Eh Tata, ketemu disini juga.” Sapa Bara sambil berhenti sejenak, sementara ceweknya terus berjalan dan kemudian berhenti.
“hehehe iza ”, jawabku sambil menahan rasa grogi
“ayo ikut aku jalan-jalan”, ajak dia dengan santai namun mampu mengobrak-abrik perasaanku.
“thank you, kamu duluan aja”, jawabku dengan senyum sambil menyembunyikan perasaan dag dig dug ku itu.
Entah kenapa setiap kali aku bertemu dengan dia, ada rasa yang luar biasa, rasa gundah, gelisah, dan jantung berpacu sangat cepat.
Inikah cinta?
Hanya satu kata, tapi aku tak bisa mengartikannya.
Sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan dia terus, tapi tidak dengan “ekornya” itu. Karena akhir-akhir ini dia jadi agak aneh. Dia sekarang jadi jarang telfun, bahkan untuk sekedar menyapaku lewat SMS aja bisa dihitung dalam 1 minggu.
Terkadang aku birfikir, “emangnya aku itu siapa dia sih? Aku Cuma oranng asing yang tidak sengaja masuk kedalam kehidupan dia”.
Jadi bukan salah dia kalau dia bersikap begitu.
Tapi…. Tapi…. Aku terlanjur jatuh hati padanya. Padahal dia sudah punya seseorang yang benar-benar dia cintai.
 Salahkah bila aku masih menaruh harapan padmu?
Salahkah bila aku menginginkanmu?
Salahkah bila aku memikirkanmu?
Dan salahkah bila aku masih bertahan mencintaimu?
Biarkanlah sang waktu yang menjawab, semua akan indah pada waktunya.

Minggu, 18 Desember 2011

Surat cinta untuk Ibu



Ibu seorang wanita perkasa berusia 41 tahun. Dia sumber semangatku, dia sumber inspirasiku.
Ibu yang mengandungku selama 9 bulan, merawatku dan membesarkanku hingga aku beranjak dewasa.
Ibu yang tak pernah lelah membimbingku dan kedua adikku.
Ibu yang selalu sabar mengasuh kami.
Ibu yang tak henti-hentinya berdoa agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholekhah.
Ibu yang tak pernah bosan mendengarkan curhatanku, keluh-kesahku. Ya, aku memang lebih dekat dengan ibu. Banyak yang bilang antara aku dan ibu seperti layaknya seorang adik kakak. Memang usia kami hanya beda 20 tahun.
Kami sering pergi berdua. Ibu kemana-mana minta tolong diantarkan olehku. Karena ibu todak bisa naik motor ( trauma pernah jatuh dipinggir jurang) walau terkadang aku ogah-ogahan jika disuruh. Padahal ibu dengan tulus memberikan kasih sayangnya dan dengan ikhlas ia korbankan waktu dan jiwanya agar anak-anaknya bahagia.
Ibu yang rela tidak tidur hanya untuk merawat dan menjagaku ketika aku sakit.
Ibu yang dengan setia dan sabar membersihkan luka dan membalut perban ditanganku ketika aku habis jatuh kemarin.
Tapi kenapa terkadang aku masih membantah jika disuruh? Ya Allah sungguh berdosa diriku ini.
Ibu… maafkan aku, maafkan keegoisanku, walau aku tau, tanpa aku minta maafpun kau telah memaafkanku. Sungguh mulia hatimu ibu :*
Ibu… ,aafkan anakmu ini, jika belum bia buat ibu bahagia. Aku berjanji, aku akan sungguh-sungguh belajar supaya bisa cepat dapat gelar SEsy (Sarjana Ekonomi Syariah) dan mendapat pekerjaan yang aku dan ibu harapkan. Amin

Ibu.. terimakasih kuucapkan padamu. Kasih dan sayangmu benar-benar tak bisa ku balas.
Memang bennar jika surge itu dibawah telapak kaki ibu.
I love u mom :*


Senin, 12 Desember 2011

pilih aku atau basketball?


Hape ku bergetar, dengan segera ku hentikan statistic ku dan langsung mengambil hape yang ku letakkan disebelah kanan ku. Ternyata yang sms Egi cowok yang telah mengubah status ku dari single menjadi in relationship.
 “bsok ak tanding bsket say, km hrus dteng ya manis ku J
Segera ku memainkan jemari ku tuk membalas pesan singkat itu?
“km kq ngasih tau’a mndak sih ay?ya Insyaallah, cz bzok q plang kul jam 3”
Belum ada 1 menit langsung dibalas.
“kmrn ku lpa say, msih ad waktu it, ku  tnding’a jam 4 kok. Harus dtang lho, biar ku tmbah semngat”
Ada rasa dongkol dan sebel, kebiasaan buruknya kumat lagi. Apa-apa sukanya mendadak dan tidak memikirkan diriku. Huft. Gerutuku dalam hati.
“iza deh, tpi g jnji lho ay, clo q g cpek”
Sengaja aku balasnya agak judes, biar dia sadar, tapi kayanya percuma deh. Ach sebel  Egi Finanda jeleeeeeek.  Teriakku sebel !
Dreeet dreeet ada sms masuk.
“jwb’a kok gtu say?judes amat,hmmm yaudah deh trsrah km mo dteng ato g.tp q brhrap km dteng. Q ltihan dlu”
Ku biarkan pesan singkat itu, sengaja tidak aku balas. Tapi aku membalasnya dalam hati (aku besok datang sayangku, jadi tunggu aku ya, aku doakan semoga kamu dan tem kamu menang, amin)
@    @    @

Aku berlari-lari kecil menelusuri lorong-lorong menuju gor tempat dilangsungkannya pertandingan itu.  Suasana riuh bercampur sorak-sorak mewarnai  gor.
Untung pertandingannya belum dimulai, batinku dalam hati. Ku dapati tempt duduk yang kosong dan kebetulan juga letaknya strategis.
Bertandingannya pun usai di menangkan oleh tem Egi dengan skor  50:46 .
Horeeeeeeeee menang …. Dengan heboh aku dan seluruh pendukung tim Egi teriak-teriak.
Tepuk tangan menggema di mana-mana.
Selesai pertandingan Egi menghampiri ku dan mengajakkan makan bersama teman-temannya. Syukuran atas kemenangan hari ini. Thanks God Kau telah mengabulkan doaku.
@    @   @
Dimalam yang sunyi seperti ini, kadang pikiran ku terbang kemana-mana. Sempat ku berpikir kenapa aku bisa bertahan pacaran selama 1,5 tahun dengan dia yang notabene seorang pria cuek, egois, dan tidak romantis? Tapi pertanyaan itu lenyap ketika aku mengingat saat-saat indah bersamanya. Walau sedikit perhatian tapi aku tau kasih sayang yang selalu dia berikan itu tulus dari hati. Dan aku bangga sama dia karena banyak teman-teman ku yang memuji ketampanan dia. Tapi sifat EGOISnya itu lho yang bikin SEBEL.
Aku selalu dinomer duakan. Selalu yang menjadi nomer satu itu BASKET, BASKET, dan BASKET. Aaaarrrggggg
Suruh nemenin beli buku aja gak mau, dengan alasan mau latihan basket. Padahal ku selalu ada buat dia. Terkadang aku juga rela menjadi sasaran kekesalan dia, aku selalu ada di saat dia lagi ada masalah. Bahkan aku rela mataku tidak terpejam hanya untuk membalas pesan singkatnya. Sedngkan dia? Meluangkan waktu untuk menemaniku 1 jam aja tidak bisa.
Besok, ya besok aku akan mencoba mengajak dia jalan, kalau dia tidak mau aku akan utaran semua isi hati ku.
Langsung ku mainkan jemari ku menelusuri keypet di hape ku.
“ay, bzok pul kul jam brp?”
Selang waktu 2 menit dia membalasnya
“bsok ku kul dri jam 7.30-9.30, ad apa say?”
langsung ku membalasnya
“tmani q bli novel n bju mau g?”
Insyaallah bisa say, jam brp?e5ng km g kul?
Membaca pesan singkat dari dia, langsung hati ini seakan dikasih es, ceeeeeess sejuk.
“siiph,mksih sayang ku :* hbis km kul aj, q bzo ksong J
“siap lesai kul lngsung mluncur k’rmah mu say, ap sih yg g buat mu say, hahaha”
 Masih dengan senyum-sendiri ku balas message dari dia
“jiaaaah mulai deh :P”
“udah sna bo”k biar bzo fresh, jgn lpa mimpiin ak ya, haha nice dream gembul ku”
okey deh  ndhut q :P”
Laksana seorang prajurit yang diperintah oleh komandannya, aku langsung melaksanakan perintahnya tidur. Sambil berdoa ku mulai memejamkan mata dan memeluk boneka dolphin pemberian dari dia.
Dalam doa ku berharap semoga dia benar-benar menepati janjinya. Amin
@   @  @
Sambil make headphone dan berdendang kecil q menyapu lantai, entah kenapa hari ini aku seneng bannget. Mungkin gara-gara nanti ku mau jalan sama dia, tapi… bkankah ini bukan kali pertama ku mau jalan sama dia? Ach entahlah yang penting aku seneng.
Sambil menunggu jam 10, ku habiskan waktu ku tuk liat acara music kesukaan ku. Mandinya entar  aja lah kalau sudah jam 9an, biar entar msih fresh. Menit demi menit telah berlalu waktu menunjukkan pukul 08.58 aku langsung bergegas menuju kamar mandi. Hampir 1 jam ku mandi dan berdandan biar mcingan sama aku. Cihuuuy aku mulai senyum-senyum sendiri.
Jam 10.15 aku masih menunggu dengan resah di ruang tamu. Kok belum sampai ya? Jarak kampus dia dengan rumahku kan bisa 30 menit ditempuh dengan motor? Hmmm mungkin dia kena macet. Perasaan tak tenang pun mulai menggrogoti hati ku. Ya Allah semoga tidak kenapa-kenapa.
Pukul 10.30 hape ku berdering dengan mesranya. Ku lihat dilayar hape ku tertulis ndhutku memanggil. Lansung aku tekan tombol hijau “hallo Assalamu’alaikum”
“wa’alaikumsalam” terdengar suara lembur dari seberang sana
“sudah sampai mana ay?” Tanya ku
“say, maaf hari ini ku gak bisa nganterin kamu?” jawab dia dengan sura lirih
“apa?ay, g sah bercanda deh! Q dah dandan nih” kataku sambil menahan air mata
“aku serius sayang, maaf banget, tadi pas ku mau kerumah km, tiba-tiba aku disuruh latihan basket wat pertandingan final, sekali lagi maaf ya say, besok deh at au nanti malem aku anterin kamu”.
“gak usah”
Tuuuut tuuuut telepun aku matiin.
Haaaaah sebeeeel…. Sambil nangis aku berlari menuju kamar. Capek-capek aku dandan, kamu malah seenak jidat loe batalin janji. Haaaaah kampreeeet loe Gi.
Hape ku berdering-dering 2 panggilan dari dia tak ku hiraukan. Tiba-tiba ada sms dari dia “maaf bgtz ya sayangku, ku tlah btalin jnji gitu aj, q g brmksud buatmu sdih,tp gmn lgi.plis jgn mrah ay, q akn pnuhi jnjiku, ak akn nmenin km, jgn nangis sayangku, love u :*”
Gilak mudah banget kau meminta maaf, rasa kecewa dan kesalku gak bisa ditebus hanya dengan sebuah kata MAAF.  Dada ku terasa sesak, dan akupun menangis tanpa suara. Ku remat-remat boneka pemberian dia dan ku lempar begitu saja.
Masih dengan jilbab dan baju lengan panjang ku, aku berbaring di kasur, rasanya sudah males wat ngapa-ngapain. Egi gendhut jeleeeeeek !!!!! gak punya perasaan !!!!!haaaaaaah !!!!
Terus aku menangisi kejadian tidak manusiawi itu.
Q update status di facebook “ kau bohong kau bohong lagi-lagi”. Selang beberapa menit 5 like dan 6 komentar. Dan 4 diantaranya adalah temannya Egi. Sengaja tidak aku tanggepin komentar mereka. Males rasanya. Mending aku ganti baju dan tidur. Kupaksakan mataku ini terpenjam dengan air mata yang masih keluar dengan sendirinya. Hampir 2 jam ku tertidur. Pukul 13.07 aku dibangunin ibu wat sholat dan makan siang. Haaah tumben ibu jam segini sudah pulang, semoga aja beliau tidak tau kalau aku habis nangis.
Diruang makan pun aku tak punya nafsu wat makan. Pinginnya tiduran aja. Tapi kalau aku tiduran nati ibu bisa curiga lagi. Mending aku nonton FTV ya walaupun pikiranku terbang kemana-mana. Ya allah sakit banget rasanya, padahal kemarin aku sudah rela melihat dia bertanding, tapi kenapa hari ini dia tidak bisa menemaniku? Aku capek jika terus terusan sepeti ini…. Sadarkan dia Ya Allah…
“dek ada yang nyari tu?” kata kak Rio membuyarkan lamunanku
“siapa kak?” Tanyaku penasaran
“liat aja sendiri!” jawabnya sok cuek sambil berlalu
Dengan rasa penasaran, aku berjalan menuju ruang tamu. Sampai disana jleeep ternyata yang datang dia. Hmmmm
“ngapain kesini”? tanyaku judes
“aku cuma ingin nepatin janjiku say, aku gak mau kamu cap aku sebagai pembohong seperti di status fb mu”, jawab di dengan memasang wajah memelas
“basi tau gak, emangnya tu status buat kmu!jangan GR aku tu Cuma nyanyi !”
“aku tau, aku salah, aku juga tau kalau kamu kecewa sama aku”.
“nah situ juga tau kalau salah !”
“makanya aku pengin nebus rasa kecewamu itu sayang”.
“ rasa kecewaku tidak bia ditebus oleh apapun, pulang sana !”
Tiba-tiba dia menggandeng tangan ku dan menarik ku keluar rumah. Dibawanya aku ketaman belakang kompleks rumah.
“jangan kasar gitu dong say, bisa dibicarain baik-baikkan?” ucap dia sambil melihat tajam kearahku.
Aku hanya tertunduk dan tak berani membalas tatapan mautnya itu.
“jawab dong say”
Kemudian aku seperti mendapat bisikan supaya aku harus mengeluarkan semua isi hati ku.
“selama ini aku tu sudah cukup bersabar, aku rela kau jadiin aku pelampiasan kekesalanmu, aku rela menemanimu latihan basket, aku rela mataku tidak terpejam hanya untuk membalas sms mu, aku kurang apa? Haaaah !!!! sekarang kau pilih aku atau bola basket kesayanganmu itu !!” ucapkku menggebu dan diiringi isak tangis
Suasana pun hening sejenak, hanyalah suara angin yang berhembus sepoy-sepoy.
“maafkan keegoisan ku sayang, aku memang belum bisa bahagiin kamu, tapi kalau disuruh milih aku gak bisa milih, karena kamu adalah belahan jiwa ku, sedangkan basket adalah hobi ku yang telah melekat di hati” jawab dia dengan suara tegas namun lirih
Aku dan dia pun hanya saing diam. Aku tak berani menatap wajahnya sedangkan dia menatap langit yang kelihatan semakin mendung. Akhirnya kebisuan itu terpecahkan oleh suara dia.
“mungkin kata maaf tidak menyelesikan masalah, tapi setidaknnya bisa mengurangi masalah. Aku benar-benar minta maaf, pliiis jangan cuekin dan judesin aku seperti ini?aku bingung harus ngapain sayang”.
“aku minta waktu 1 minggu untuk menata hati ku kembali, jadi dalam waktu 1 minggu itu jangan hubungi aku dan jangan temui aku dulu”.
“1 minggu??? Terlalu lama sayang, 2 hari aja ya?” rayu dia
“tidak ! keputusannku sudah bulat, tolong hargai keputusanku!”
“yasudahlah kalau itu memang maumu, ku tunggu 1 minggu, tapi aku berharap semoga tidak sampa 1 minggu”.
dengan langkah gontai dan hidung yang masih merah karena efek nangis, aku kembali kerumah di susul dia melangkah di belakang ku tanpa saling membuka mulut.